PENGUNDURAN DIRI SOEHARTO

Tanggal 21 Mei 1998, jam 09.05 pagi, di Istana Merdeka Jakarta, Presiden Soeharto menyatakan berhenti, setelah 32 tahun, 7 bulan dan 3 minggu kekuasaannya sebagai Presiden RI. Segera setelah presiden mengundurkan diri, Mahkamah Agung (MA) mengambil sumpah Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden yang sebelumnya menjabat wakil presiden. Pengalihan kekuasaan itu dilakukan sesuai dengan pasal 8 UUD 1945. “Jika presiden mangkat, berhenti, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia digantikan oleh wakil presiden sampai habis waktunya.”

 

Gerakan reformasi tidak akan pernah berhasil apabila tidak terdapat semangat nasionalisme dan patriotisme masyarakat dalam memperjuangkan hak untuk hidup dan merdeka seperti yang tercantum dalam UUD 1945.

Leave a Reply