KRISIS MULTIDIMENSI

Masyarakat tidak mempercayai pemerintahan menginginkan pemerintah untuk memperbaiki kinerjanya dengan menuntut Soeharto untuk turun dari kursi kepresidenan. Kesulitan ekonomi dan ketidakjelasan arah politik memaksa mahasiswa turun ke jalan untuk menuntut perbaikan ekonomi. Kritik yang pedas dari pelbagai kalangan muncul sebagai reaksi dari hasil Pemilu 1997 yang menuntut masyarakat hanya akal-akalan politik. Keadaan kacau ini merembet ke masalah sosial. Adanya celah yang sangat lebar antara golongan karya dan miskin membuat stratiikasi sosial yang ada hanya dilandaskan pada kekayaan. Hal ini memicu kemarahan rakyat. Penduduk pribumi yang miskin merasa iri dengan warga Tionghoa yang bekerja keras untuk menjalankan usaha. Maka pecahlah kerusuhan Mei 1998 di Jakarta, Surakarta, Surabaya, dan beberapa kota lain.


Leave a Reply